Jumat, 03 September 2010

what makes a man [Part 3]

~ author PoV ~

Mereka pun tiba direstoran pilihan kwanghee. Saat mereka masuk, mereka bertemu dengan Junyoung dan Raeneul. “hyung !! sedang apa kamu disini ?” sapa kwanghee sambil meninju lengan junyoung pelan. “ah anio. Cuma keluar untuk makan aja” kata Junyoung kalem. “ah perkenalkan ini Raeneul calon istri aku. Raeneul perkenalkan ini adik kelasku kwanghee” kata junyoung memperkenalkan Raeneul kepada kwanghee. “annyeong” sapa Raeneul ramah. “kwanghee kamu kesini sama siapa ?” tanya Raeneul. “ah tentu saja sama tunangan ku. Perkenalkan ini Min Ra. Min Ra ini junyoung dan calon istrinya raeneul” kata kwanghee memperkenalkan Junyoung dan Raeneul. Minra menyalaminya “annyeong. Banggeupsumnida” kata min ra. “gimana kita makan bareng 1 meja aja. Sekalian ngobrol sharing tentang pesta pernikahan kalian. Haha supaya aku dan Min Ra kecipratan ide gitu” kata kwanghee semangat. “ah boleh juga. Kamu ga keberatan kan jagi ?” tanya junyoung ke Raeneul. “anio jagi ~” balas Raeneul anggun.

Setelah perbincangan itu mereka pun duduk disalah satu sudut yang menurut mereka adalah spot favorit mereka. “jadi, hyung !! berikan sedikit inspirasimu untuk pernikahanmu itu. Aku pasti diundang kan ?” tanya kwanghee sambil sedikit terkekeh. “haha kamu pasti diundang dong. Hmm konsep yang menawan. Banyak bunga, lilin dan pastinya warna” yang soft” kata junyoung menerawang. “ah jangan lupa makanannya jagiya ~!” kata raeneul. “nde !! bagaimana aku bisa lupa ?” kata junyoung meyakinkan. “ah pasti itu akan menjadi pesta pernikahan termewah yang pernah saya datangi” Min Ra sambil membayangkan. “apa kamu ingin seperti itu juga ?” kwanghee menggenggam tangan min ra. “ah pastinya. Oh kita belom memesan makanan” kwanghee pun memanggil pelayan dan tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan datang. Mereka pun menikmati santap malam itu sambil berbincang.

~ kwanghee PoV ~

Aku melihat jam tanganku. “ah sudah waktunya pulang” pikir ku dalam hati. “ hyung. Aku dan min ra harus pulang sekarang.” Kataku pamit sambil menggandeng tangan minra. “ah okay nanti akan aku kirimin ya undanganku ~” sambil membayar bil. “ah hyung. Aku sudah membayarnya.” Kataku sambil mengembalikan uang junyoung. “ah kamsahamnida oppa kwanghee” ucap Raeneul lembut. Aku dan min ra bergegas kedalam mobil dan akuoun menyalakan mobil.

“apa kamu sedang dekat sama seorang cwok selain aku ?” tanyaku spontan sambil terus menyetir. Aku melihat muka min ra agak sedikit berubah. Ah menjadi tegang. Apa yang aku pikirkan itu benar ? ah aku tidak boleh berfikiran seperti itu. “ ah oppa. Kamu gak percaya kalo dihati ini Cuma ada kamu ?” dia berusaha meyakinkan aku. Apa yang harus aku lakukan ? aku menatapnya dalam dalam. Aku memberhentikan mobilku sejenak. “oppa wae ?” katanya. “ah anio. Aku pegel ~” kataku sambil terus menatapnya.

~ min ra PoV ~

“Ah aku gak bisa menatap matanya. Kenapa dia bisa tahu ? ah dia pasti percaya sama aku” aku menghibur diri sendiri. Kwanghee menatapku dalam dan serius. Membuatku merasa bersalah. “apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku ?” tanya kwanghee yang sekarang sudah berganti posisi jadi menghadap kearahku. “anio oppa. Kamu percaya aku kan ?” aku berusaha meyakinkannya. “tentu !! kamu mencintai ku ?” tanyanya. Aku terkekeh kecil lalu menjawabnya. “ya tentu saja. Itu pertanyaan yang bodoh.” Aku memukul kepalanya pelan.

Aku merebahkan kepalaku di bahunya. “kamu manja sekali. Berat tau” kwanghee menggeser kepalaku. “ YA !! oppa. Kenapa kamu pelit sekali sih sama aku ?” aku ngomel sama dia. “karena kamu udah bertambah bulat. Kekekeke ~” dia nyengir dikit. Aku hanya bisa cemberut melihat kelakuannya. Dia mendekatkan wajahnya kearahku. “kamu jelek sekali” katanya menjitak kepalaku. “oppa !! kamu jahat sekali sama aku.” Aku tambah cemberut. “udah deh gausah manyun. Tambah jelek tau !” “biar sajalah. Memang aku udah jelek kok.” Tiba tiba dia mencium pelan bibirku. “o o oppa ~ waeyo ?”

~ kwanghee PoV ~

“ah dia begitu lucu saat manyun seperti itu. Aku jadi ingin menciumnya.” Ucapku dalam hati. Memang dia sangat lucu kalo pipinya menggendut gitu. Akupun menciumnya pelan. Diapun sukses melongo kayak orang tolol dan menanyakan alasan kenapa aku menciumnya. Apakah musti ada alasannya ? “anio. Kamu lucu sih kalo ngambek” ujarku terkekeh. “ah oppa !! sudah malem nih. Ayo kita pulang” katanya menyuruhku menjalankan mobil lagi. “nde jagiya” aku melihat dia yang mukanya memerah seperti kepiting rebus. Ah min ra !! kenapa kamu membuat aku jatuh cinta kepadamu ? kenapa kamu mengambil semua hatiku ?

- TBC -

By : Min Ra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar