~ kwanghee PoV ~
Aku terus membolak balikan buku yang adad ihadapanku. Berusaha untuk konsentrasi. Tapi aku tidak bisa. Aku terus memikirkan Min ra. "Mazeltov himnaebwa. mazeltov, Monday, Tuesday, Wednesday,Thursday. friday, Saturday, Sunday. Friday, Saturday, Sunday" hapeku bergetar."call in from My jagi" aku melihat hapeku dan segera mengangkat teleponnya."annyeong jagi" sapaku ramah. "oppa. Lagi apa ?" aku mendengar suaranya yang bergetar. "lagi belajar. Tentunya tidak konsen karena sambil memikirkan kamu. Kkkkkkkk. Waeyo ? kenapa suaramu seperti orang yang menangis ?" tanyakupenasaran. "oppa, bisakah kita break untuk sementara ?" seperti ditiban besi 100 ton *lebay* rasanya. "waeyo ? apa aku pernah berbuat salah sama kamu ? apa ada sesuatu ?" tanya ku. Aku tahu jika aku menanyainya seperti ini akan membuat dia tertekan. "aku takut tidak konsen belajar. Aku ingin sendiri dulu. Untuk 1 bulan ini saja. Aku janji oppa habis itu aku akan kembali seperti semula."Tanyanya sambil terisak. "baiklah kalau itu mau kamu. Semangat ya !" tanpa disadari air mataku turun. "apa aku bisa melewati sebulan ini tanpa dia ?"pikirku dalam hati. "oppa, jeongmal kamsahamnida. Gwenchana ?" "ne.gwencashimnika. Ah mianhae Min Ra. Aku harus kembali belajar. Annyeong" aku punmenutup telfonku.
Aku fikir aku bisa belajar. Ternyata tidak sama sekali.Aku memutuskan untuk menelpon junyoung. "tuuuut ~ tuuut ~ yeoboseo" sapajunyoung. "hyung, bisa kita minum hari ini ?" aku sedikit berharap dia akan menemaniku."ah mianhae. Rae Neul lagi ngambek gabisa ditinggal. Ah tunggu sebentar. YA JAGI ~ waeyo ? ini kwanghee yang telepon. Bentaran napah." Kelihatannya diasama sekali gak bisa aku ganggu. "oh arraseo hyung. Mungkin aku akan nelpon si siwan aje" aku sangat depresi. Padahal aku mau curhat sama junyoung. Tapi yasudahlah. Aku menelpon siwan. "tuuut ~ tuuuuutt ~ yoboseo ini siwan. Telponsaya sedang tidak aktif. Silahkan meninggalkan pesan" DAMN ! si siwan ditelponmati hapenya. Aku kembali menelpon. Kali ini Kevin hyung. "KEVIN HYUNG ! lagi dimana ?" tanya ku seperti kesamber petir. "di tempat karokean. Waeyo ?" " ah anio. Aku kesana ya. Tapi kamu sama siape ?" aku agak khawatir dia sama taecyeon. "ah aku sama Thady kok. Hehehe" aku lega. Aku pun sangsung mengiyakan. "oh oke aku menuju kesana sekarang."
~ Min Ra PoV ~
Ah aku tidak percaya baru saja bilang itu semua. Ya aku menangis sesungkukan. Aku kembali melanjutkan belajar. Ah aku gak bisa !aku masih memikirkan perasaannya kwanghee. Apa dia marah sama aku ? tapi ini pilihan aku. Aku harus konsisten. "ah lebih baik kalo aku jalan jalan dulumencari angin" pikirku. Ah itu ide yang bagus. Akupun bersiap untuk pergikeluar.
Ditengah jalan aku bertemu dengan taecyeon. "hey jagi. Ketemu juga kita disini. Kita memang jodoh" taecyeon pun memelukku. "haha kamu terlalu lebay deh taecyeon" aku terkekeh kecil. "perlu aku temani kamu ? gak baik cwek berjalan sendirian. Malem malem pula. Aku gabisa melepasmu jalanjalan sendiri malem malem gini." Dia menahan tanganku. "ah apa tidak apa apa ?" aku menatap matanya. "tentu dong. Aku gak mau kamu terluka." Dia tersenyum. "baiklah. Mau kemana kita ?" "aku juga tidak tahu." Aku jalan beriringan dengan taecyeon. Kami bercanda dan tertawa dan bermain di taman kota.
"ah terimakasih ya malem ini mau temenin aku." Ujarku sambil bermain ayunan. "apa sih yang tidak buat kamu." Dia tersenyum sambil memamerkan gigi kelincinya itu. Dia melihat tajam kearah mataku. "ah aku benci tatapan itu" kataku seraya memukul dadanya. Dia terus menatapku. "wa wa waeyo ? ada yang salah dengan ku ?" tanyaku gugup. Dia mendekat dan memegang pundakku "MinRa ah. Saranghamnida" ujarnya lurus. Hatiku loncat loncat kayak maen trampolin."nado ~ saranghaeyo" dia memeluk erat tubuhku dan mencium bibirku lembut. Aku mendorong tubuhnya. "ah taecyeon. Ini tempat umum. Nanti kalo diliat orang gimana ?" tanyaku gugup. "mwo ? takut dilihat kwanghee ? ini sudah malam. Dia pasti sedang belajar. Aku mengerti kok Min Ra. Pulang yuk udah malem." Dia menggandeng tangan ku. Sekilas aku melihat bayangan. "ah tampaknya aku kenal bayangan orang itu. Tapi siapa ?" kataku dalam hati.
~ Kwanghee PoV ~
Aku segera menyusul kevin hyung dan thady onnie. Danaku telat dari yang aku perkirakan. Aku pun segera memarkir mobilku dan berlari menuju tempat karoke itu. "ah mianhae hyung aku telat. Abis tadi aku kebelet boker." Kataku sejujur jujurnya. "ah gwenchana. Masih melilit ? hahahaha" ejek kevin. " YA ! jagi ~ gaboleh ngejek gitu atuh. Kasian si kwanghee" thady noona pun menjitak kevin. "sakit jagii ~ ih kamu mah tega sama aku. Malah belain kwanghee" ujar kevin bermanja"an sama noona thady. "abis kamu keterlaluan sih" thady noona manyun. Aku yang melihat mereka hanya bisa bengong. Aku juga ingin !! tapi ah Min Ra ku sedang sibuk belajar. Tapi tetap saja aku iri. Gimana engga ? mereka saling peluk dari blakang. Kelitik kelitik gitu. Suapsuapan kentanggoreng sama minuman. Itu kan aku sama Min Ra banget !!
"kwanghee kenapa kamu bengong aja ?" tanya thady noona membuyarkan lamunanku. "ah gak kenape kenape kok noona. Hehehe" aku garuk garuk kepala yang memang tidak gatal sama sekali. "uhm noona, hyung, aku jalanjalankeluar dulu deh" kayaku karena gak mau ngeliat mesra mesraan lagi. "oh iyaiya. Jangan ganggu kita yee. Lagi asik neh." Kata kevin bercanda sambil memeluk thady noona.Tak beberapa aku lihat mereka lagi pandang pandangan. "hahaha aku jamin gak sampe 4 menit lagi kalian akan berciuman" ujarku dan ternyata benar. Ah mereka semakin membuatku cemburu.
Akupun berjalan keluar tanpa tujuan. Tidak lama aku bertemu siwan di depan diskotik. "ini ya alasan hapemu tidak aktif ?" aku melirik tajam ke arah siwan dan menabok pipinya. "ah mianhae. Hapeku memang rusak. Jadi aku membeli nomor baru dan hape baru" ujar siwan sambil menunjukan hape barunya. "ah cepat catet nomorku dan misscall ke hapeku." Ujarku sambil menampar pipi siwan pelan lagi. "aku udah apal kok. Kan aku sayang sama kamu" ujar siwan genit. "YA! aku masih normal siwannieeee ~" aku getok getok kepala siwan pelan. "haha iya aku tau. Lagian aku juga masih normal." Sambil menggandeng tangan perempuan disebelahnya. "cantik" ujarku singkat. "tentu ! kalo gak cantik, bukan pacarku" siwanpun merangkul cwek itu. "kenalin sama aku kek" aku meminta. "nanti saja. Aku harus buruburu nih. Bye" kata siwan terburu buru. "ne"
Akupun melanjutkan perjalanan panjangku untuk mencari udara segar. Pikiranku masih butek. Aku berjalan. Wait a minute. Sepertinya aku kenal itu. Ah itu taecyeon !! sama siapa dia ? aku berusaha mendekatkan diri dan agak ngumpet agar gak keliatan. " itu kan MIN RA ?! sedang apa dia sama Taecyeon ?" aku setengah berteriak. Untung aja gak ada yang denger. Aku pun memutuskan mengikuti mereka. "mengapa mereka harus ketaman ?" ujarku dalam hati. Aku terus memperhatikan mereka. Ah apa yang mereka lakukan ?
Aku pura pura lewat didepan taman. Aku berhenti memperhatikan mereka. Mereka pun tidak melihatku. "aku aman rupanya." Ujarku. Mereka bersiapsiap pulang. Dan mengapa si taec itu menatap Min Ra tajam ? apa yang terjadi sebenarnya antara mereka berdua ? aku terus memperhatikan mereka. Aku marah sedih kecewa. Semuanya jadi satu. " M M Mereka pelukan ? aish !!" aku kesel sampe nendang nendang pohon yang ada disebelahku. Dan mereka berciuman. Ah aku tau sekarang mengapa Min Ra melakukan ini semua. Aku memandang mereka. Tak terasaair mataku turun menetes. Aku sungguh sakit. Tapi ini kenyataan. Aku harus menjernihkan pikiranku lagi. Aku pun berjalan pergi. Aku rasa dia melihatku. Apapun itu, aku tidak mau menengok kebelakang dulu. Terlalu sakit rasanya.
- TO BE CONTINUED -
By : Min Ra
Aku terus membolak balikan buku yang adad ihadapanku. Berusaha untuk konsentrasi. Tapi aku tidak bisa. Aku terus memikirkan Min ra. "Mazeltov himnaebwa. mazeltov, Monday, Tuesday, Wednesday,Thursday. friday, Saturday, Sunday. Friday, Saturday, Sunday" hapeku bergetar."call in from My jagi" aku melihat hapeku dan segera mengangkat teleponnya."annyeong jagi" sapaku ramah. "oppa. Lagi apa ?" aku mendengar suaranya yang bergetar. "lagi belajar. Tentunya tidak konsen karena sambil memikirkan kamu. Kkkkkkkk. Waeyo ? kenapa suaramu seperti orang yang menangis ?" tanyakupenasaran. "oppa, bisakah kita break untuk sementara ?" seperti ditiban besi 100 ton *lebay* rasanya. "waeyo ? apa aku pernah berbuat salah sama kamu ? apa ada sesuatu ?" tanya ku. Aku tahu jika aku menanyainya seperti ini akan membuat dia tertekan. "aku takut tidak konsen belajar. Aku ingin sendiri dulu. Untuk 1 bulan ini saja. Aku janji oppa habis itu aku akan kembali seperti semula."Tanyanya sambil terisak. "baiklah kalau itu mau kamu. Semangat ya !" tanpa disadari air mataku turun. "apa aku bisa melewati sebulan ini tanpa dia ?"pikirku dalam hati. "oppa, jeongmal kamsahamnida. Gwenchana ?" "ne.gwencashimnika. Ah mianhae Min Ra. Aku harus kembali belajar. Annyeong" aku punmenutup telfonku.
Aku fikir aku bisa belajar. Ternyata tidak sama sekali.Aku memutuskan untuk menelpon junyoung. "tuuuut ~ tuuut ~ yeoboseo" sapajunyoung. "hyung, bisa kita minum hari ini ?" aku sedikit berharap dia akan menemaniku."ah mianhae. Rae Neul lagi ngambek gabisa ditinggal. Ah tunggu sebentar. YA JAGI ~ waeyo ? ini kwanghee yang telepon. Bentaran napah." Kelihatannya diasama sekali gak bisa aku ganggu. "oh arraseo hyung. Mungkin aku akan nelpon si siwan aje" aku sangat depresi. Padahal aku mau curhat sama junyoung. Tapi yasudahlah. Aku menelpon siwan. "tuuut ~ tuuuuutt ~ yoboseo ini siwan. Telponsaya sedang tidak aktif. Silahkan meninggalkan pesan" DAMN ! si siwan ditelponmati hapenya. Aku kembali menelpon. Kali ini Kevin hyung. "KEVIN HYUNG ! lagi dimana ?" tanya ku seperti kesamber petir. "di tempat karokean. Waeyo ?" " ah anio. Aku kesana ya. Tapi kamu sama siape ?" aku agak khawatir dia sama taecyeon. "ah aku sama Thady kok. Hehehe" aku lega. Aku pun sangsung mengiyakan. "oh oke aku menuju kesana sekarang."
~ Min Ra PoV ~
Ah aku tidak percaya baru saja bilang itu semua. Ya aku menangis sesungkukan. Aku kembali melanjutkan belajar. Ah aku gak bisa !aku masih memikirkan perasaannya kwanghee. Apa dia marah sama aku ? tapi ini pilihan aku. Aku harus konsisten. "ah lebih baik kalo aku jalan jalan dulumencari angin" pikirku. Ah itu ide yang bagus. Akupun bersiap untuk pergikeluar.
Ditengah jalan aku bertemu dengan taecyeon. "hey jagi. Ketemu juga kita disini. Kita memang jodoh" taecyeon pun memelukku. "haha kamu terlalu lebay deh taecyeon" aku terkekeh kecil. "perlu aku temani kamu ? gak baik cwek berjalan sendirian. Malem malem pula. Aku gabisa melepasmu jalanjalan sendiri malem malem gini." Dia menahan tanganku. "ah apa tidak apa apa ?" aku menatap matanya. "tentu dong. Aku gak mau kamu terluka." Dia tersenyum. "baiklah. Mau kemana kita ?" "aku juga tidak tahu." Aku jalan beriringan dengan taecyeon. Kami bercanda dan tertawa dan bermain di taman kota.
"ah terimakasih ya malem ini mau temenin aku." Ujarku sambil bermain ayunan. "apa sih yang tidak buat kamu." Dia tersenyum sambil memamerkan gigi kelincinya itu. Dia melihat tajam kearah mataku. "ah aku benci tatapan itu" kataku seraya memukul dadanya. Dia terus menatapku. "wa wa waeyo ? ada yang salah dengan ku ?" tanyaku gugup. Dia mendekat dan memegang pundakku "MinRa ah. Saranghamnida" ujarnya lurus. Hatiku loncat loncat kayak maen trampolin."nado ~ saranghaeyo" dia memeluk erat tubuhku dan mencium bibirku lembut. Aku mendorong tubuhnya. "ah taecyeon. Ini tempat umum. Nanti kalo diliat orang gimana ?" tanyaku gugup. "mwo ? takut dilihat kwanghee ? ini sudah malam. Dia pasti sedang belajar. Aku mengerti kok Min Ra. Pulang yuk udah malem." Dia menggandeng tangan ku. Sekilas aku melihat bayangan. "ah tampaknya aku kenal bayangan orang itu. Tapi siapa ?" kataku dalam hati.
~ Kwanghee PoV ~
Aku segera menyusul kevin hyung dan thady onnie. Danaku telat dari yang aku perkirakan. Aku pun segera memarkir mobilku dan berlari menuju tempat karoke itu. "ah mianhae hyung aku telat. Abis tadi aku kebelet boker." Kataku sejujur jujurnya. "ah gwenchana. Masih melilit ? hahahaha" ejek kevin. " YA ! jagi ~ gaboleh ngejek gitu atuh. Kasian si kwanghee" thady noona pun menjitak kevin. "sakit jagii ~ ih kamu mah tega sama aku. Malah belain kwanghee" ujar kevin bermanja"an sama noona thady. "abis kamu keterlaluan sih" thady noona manyun. Aku yang melihat mereka hanya bisa bengong. Aku juga ingin !! tapi ah Min Ra ku sedang sibuk belajar. Tapi tetap saja aku iri. Gimana engga ? mereka saling peluk dari blakang. Kelitik kelitik gitu. Suapsuapan kentanggoreng sama minuman. Itu kan aku sama Min Ra banget !!
"kwanghee kenapa kamu bengong aja ?" tanya thady noona membuyarkan lamunanku. "ah gak kenape kenape kok noona. Hehehe" aku garuk garuk kepala yang memang tidak gatal sama sekali. "uhm noona, hyung, aku jalanjalankeluar dulu deh" kayaku karena gak mau ngeliat mesra mesraan lagi. "oh iyaiya. Jangan ganggu kita yee. Lagi asik neh." Kata kevin bercanda sambil memeluk thady noona.Tak beberapa aku lihat mereka lagi pandang pandangan. "hahaha aku jamin gak sampe 4 menit lagi kalian akan berciuman" ujarku dan ternyata benar. Ah mereka semakin membuatku cemburu.
Akupun berjalan keluar tanpa tujuan. Tidak lama aku bertemu siwan di depan diskotik. "ini ya alasan hapemu tidak aktif ?" aku melirik tajam ke arah siwan dan menabok pipinya. "ah mianhae. Hapeku memang rusak. Jadi aku membeli nomor baru dan hape baru" ujar siwan sambil menunjukan hape barunya. "ah cepat catet nomorku dan misscall ke hapeku." Ujarku sambil menampar pipi siwan pelan lagi. "aku udah apal kok. Kan aku sayang sama kamu" ujar siwan genit. "YA! aku masih normal siwannieeee ~" aku getok getok kepala siwan pelan. "haha iya aku tau. Lagian aku juga masih normal." Sambil menggandeng tangan perempuan disebelahnya. "cantik" ujarku singkat. "tentu ! kalo gak cantik, bukan pacarku" siwanpun merangkul cwek itu. "kenalin sama aku kek" aku meminta. "nanti saja. Aku harus buruburu nih. Bye" kata siwan terburu buru. "ne"
Akupun melanjutkan perjalanan panjangku untuk mencari udara segar. Pikiranku masih butek. Aku berjalan. Wait a minute. Sepertinya aku kenal itu. Ah itu taecyeon !! sama siapa dia ? aku berusaha mendekatkan diri dan agak ngumpet agar gak keliatan. " itu kan MIN RA ?! sedang apa dia sama Taecyeon ?" aku setengah berteriak. Untung aja gak ada yang denger. Aku pun memutuskan mengikuti mereka. "mengapa mereka harus ketaman ?" ujarku dalam hati. Aku terus memperhatikan mereka. Ah apa yang mereka lakukan ?
Aku pura pura lewat didepan taman. Aku berhenti memperhatikan mereka. Mereka pun tidak melihatku. "aku aman rupanya." Ujarku. Mereka bersiapsiap pulang. Dan mengapa si taec itu menatap Min Ra tajam ? apa yang terjadi sebenarnya antara mereka berdua ? aku terus memperhatikan mereka. Aku marah sedih kecewa. Semuanya jadi satu. " M M Mereka pelukan ? aish !!" aku kesel sampe nendang nendang pohon yang ada disebelahku. Dan mereka berciuman. Ah aku tau sekarang mengapa Min Ra melakukan ini semua. Aku memandang mereka. Tak terasaair mataku turun menetes. Aku sungguh sakit. Tapi ini kenyataan. Aku harus menjernihkan pikiranku lagi. Aku pun berjalan pergi. Aku rasa dia melihatku. Apapun itu, aku tidak mau menengok kebelakang dulu. Terlalu sakit rasanya.
- TO BE CONTINUED -
By : Min Ra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar