Prolog : “ah cinta. Apa itu cinta ? kenapa cinta terlalu menyakitkan ? apa yang mereka pikirkan sampai mereka menyakitiku ? tapi aku tidak akan berubah. Aku tetap mencintai dia ~”
~ kwanghee PoV ~
Aku terus berjalan tanpa arah dan tujuan. Berharap aku akan segera lelah dan cepat tidur. Tapi ternyata aku tidak bisa. Aku terus berkeliaran dimalam yang dingin. Aku merapatkan jaket ku. Pikiranku ngelantur kemana mana. Untuk berfikir jernih aja aku gak bisa, apalagi untuk meneruskan belajar ? “aku lelah” fikirku. Akupun berjalan menuju kedai kopi yang ada tak jauh dari tempatku. Aku memesan 1 frappucino dan duduk di ujung kedai. “Mazeltov himnaebwa. mazeltov, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday. friday, Saturday, Sunday. Friday, Saturday, Sunday” hapeku bergetar. “ah siwan” aku bergumam pelan. “yoboseo ? waeyo siwan ?” aku memasang suara sedatar datarnya. “YA! Gausah munafik gitu. Aku tau lo lagi frustasi kan sekarang ?” tanya siwan simpati. “ne. waeyo ? tau darimana ?” aku kaget. Kenapa dia bisa tau aku frustasi. “gak ada yang harus lo umpetin dari gue. Kamu dimana sekarang ? aku akan segera kesana.” Aku merasa beruntung karena mempunyai temen kayak dia. “aku ada di warung kopi disebelah pizza hut.” Aku memberi tau itu semua.
Aku menunggu siwan datang dan 10 kemudian dia muncul. “ceritakan apa yang terjadi. Secara lengkap kwanghee” siwan mendesakku. Aku menceritakannya panjang lebar dan aku melihat dia memancarkan aura emosi. “siwan, aku rasa aku akan meminta break dari dia. Untuk menenangkan pikiranku” aku menatap siwan lekat. “apa kamu begitu mencintainya hyung ?” mata siwan berubah menjadi serius. “ya tentu saja. Semua persiapan pernikahan telah aku laksanakan. Semua persetujuan telah aku dapatkan pula. Aku telah menunggu lama untuk acara pernikahan ini” aku menggerutu. Bagaimana mungkin aku tidak mencintai dia ? aku pun minggalkan siwan yang masih tak mengerti dan membayar bill.
~ Min Ra PoV ~
aku terus membolak balikan badanku dikasur. Aku masih belom bisa tidur. Entah kenapa aku terus memikirkan siapa orang itu. Apa itu kwanghee ? pikiranku terus berfikir. Tiba tiba handphone ku berdering “wae nal dugo neo byeonhaneun geoya. Tteonaneungeoni. wae nat tteugeowo jjillineun geoya. Mwolboneungeoni. gwaenhan mallo neo mworaneun geoya. Tteoboneungeoni. wae neon goerowo pihaneungeoya. Ibyeoringeoni.” Dengan malas aku mengangkat telpon itu. “yoboseyo ?” aku menyetel suaraku sedatar mungkin. “Min Ra ah ~ bisa kita bicara besok ?” nada suaranya agak kecewa. “ne. dimana ? jam berapa ?” aku nyerocos agar cepat selesai pembicaraan ini. “aku akan jemput kamu sepulang sekolah” aku berfikir sebentar. “baiklah. Annyeong” akupun menutup telpon itu dan aku sudah merasakan kantuk yang sudah mulai menyerang. Akupun tertidur.
- keesokan harinya –
~ Kwanghee PoV ~
Aku menunggu Min Ra tepat di gerbang sekolahnya. Aku melihat taec menatapku tajam. Aku tidak peduli dan menatapnya balik. Aku melihat Min Ra sudah mulai mendekat. “Min Ra ~ disini” aku melambaikan tanganku agar dia bisa melihatku. Dia hanya tersenyum dan sedikit berlari ke arahku. “waeyo ?” dia menatapku. Ah mata itu. Dia harus hanya melihatku seorang !! aku menatap matanya. “mari kita bicara” aku lalu membukakan pintu mobilku. “oppa gak kuliah hari ini ?” “anio. Aku libur sekarang” aku memacu mobilku dan berhenti di taman dekat kampusku. Aku menyanyi dan menari lagu My Girlnya Brian Joo. “oppa keren sekali” dia mengacungkan kedua jempolnya. Aku duduk disampingnya dan menatap matanya. “kenapa kemaren kamu berciuman dan berpelukan sama taec ? padahal, kamu hanya boleh mencintai aku seorang ? mengapa kamu lakukan itu semua padaku ? aku benar benar sakit hati. Tapi aku, aku terlalu mencintaimu dan tak akan pernah berubah. Walaupun kamu mencoba untuk membuatku mebenci kamu, gak akan pernah bisa aku membenci kamu. Walaupun kamu menghancurkan hatiku, semakin aku mencintai kamu. Jangan pernah kamu berpaling dariku. Beritahu aku, bagaimana caranya agar aku bisa menjadi pria yang pantas untukmu” aku menatap matanya. Dia mulai menangis. “jangan menangis” aku memeluknya.
~ Min Ra PoV ~
Aku tak bisa berkata apa apa. Meneteskan air mata yang semakin membanjiri wajahku. Aku merasa bersalah. “mianhaeyo ~ jeongmal” dalam pelukannya aku hanya bisa berkata maaf. Aku tak berani menatap matanya. “gwenchana. Kamu tau, aku hanya mencintai kamu seorang. Jangan pernah ya melakukan hal bodoh seperti ini lagi.” Aku mengangguk. Aku mencintai taec tapi aku lebih mencintai kwanghee. Aku memutuskan untuk menyudahi semua ini dengan taec. “oppa, tetaplah seperti ini. Oppa sudah melebihi dari apa yang aku harapkan” aku tersenyum masih tetap dipelukannya. “jangan menangis lagi ya” kwanghee mengangkat wajahku dan mencium keningku. “ne oppa” aku pun tersenyum. “apakah kamu bersedia menjadi istriku ?” kwanghee mulai serius. “tentu saja” aku tersenyum.
- BEBERAPA BULAN KEMUDIAN ( 08 – 09 - 10 ) –
~ Kwanghee PoV ~
Hari yang selama ini aku tunggu pun datang. Jujur, aku sangat gugup. Telah aku lalui semua persiapan. Ah aku benar benar gugup. “hyung !! mukamu pucat sekali” dongjoon adikku nyamber masuk kamarku. “ya ~ gimana bisa aku tidak gugup. Ini sekali seumur hidup pabo !!” aku menjitak pala dongjoon. “yakin kagak lo hyung ?” ujar dongjoon sok perhatian. “yakin lah pe’a ~ sana kamu keluar” aku mengusir dongjoon. Aku butuh ketenangan.
Dengan yakin aku melangkah ke mibar. Menunggu Min Ra yang sebentar lagi akan masuk di antar oleh ayahnya. Aku melihat semua yang aku undang hadir. Aku merasa bahagia. Tidak beberapa lama, Min Ra masuk. Dia cantik. Aku terkesima akan kecantikannya. “betapa anggunnya calon istriku” gumamku dalam hati. Semuanya berjalan lancar.
~ Min Ra PoV ~
“ah sungguh melelahkan” ujarku sambil merebahkan diri di sofa. “hey jangan bersantai santai dulu. Masih ada resepsi nanti malam” thady dan raeneul onni mengingatkan. “nde ~ aku ingat kok. Lebih baik sekarang aku bersiap siap. Udah jam 3 sore.” Aku bergegas mandi dan kembali berdandan. Aku meakai gaun panjang berwarna putih dengan aksen ungu dan pink soft. Rambutku di cepol keatas.
'tok tok tok’ ada seseorang yang mengetok pintu hotelku. “masuk” aku menyuruh Sooyoung untuk membukakan pintu. “Min Ra ah ~ apa kabar ? wah kamu cantik dengan gaun itu” Hyun Ri onni memelukku. “onni aku baik baik saja. Gimana kabar onni ? datang kesini sama siapa ?” ujarku. “aku kesini sama hyungshik. Dia tunanganku yang waktu itu. Masa kamu gak inget ?” dia memperkenalkan tunangannya. “hyungsihk imnida” hyungshik menyodorkan tangannya. Aku terkesima. Dia, tinggi putih ganteng dan pintar. “Min Ra imnida” aku menjabat tangannya. “dia itu sepupu aku chagi” onni Hyun Ri menjelaskan siapa aku. Aku hanya mengangguk mengiyakan. “ah kita keluar dulu. Nanti kita ngobrol lagi ya diluar” Hyun Ri memelukku sekali lagi. “ne aku siap siap dulu”
~ author PoV ~
Resepsi berjalan dengan meriah. Dengan nuansa ungu pink putih yang dinamis. Diiringi lagu yang merdu. Kwanghee dan Min Ra berjalan beriringan dengan muka bahagia. Semua terlihat sangat kontras. Para hadirin dan mempelai terlihat saling melengkapi. “mereka terlihat serasi” bisik Eunhye kepada Siwan. “yup. Kamu belom aku kenalkan kepada mereka berdua.” Ujar siwan sambil merangkul EunHye.
Kwanghee berjalan menemui siwan. “ya ~ mana janjimu yang mau mengenalkan cewek disampingmu itu” ujar kwanghee sambil melirik ke Eunhye. “ah bawel. Ini juga aku kenalin. Namanya Choi EunHye. Dia pacarku. Sebentar lagi kita akan tunangan. Doakan saja semua lancar. Chagi, ini Kwanghee dan itu istrinya Min Ra” ujar siwan menjelaskan. “EunHye imnida” sambil membungkuk sopan. “Kwanghee imnida” lenjulurkan tangan “Min Ra imnida” ujar Minra. “cantik sekali EunHye” ujar Min Ra memuji Eunhye. “gomawo eonnie” ujar Eunhye tersipu malu. “ah mian, aku harus menemui yang lain. Silahkan menikmati hidangannya” ujar Min Ra dan KwangHee barengan. “nde ~ cukhaeyo”
Setelah jam 9 malam, pestanya pun usai. Kini Kwanghee dan MinRa menjalani babak kehidupan yang baru. Taecyeon ? dia berpacaran dengan Yoona dan mereka sedang bahagia.
~ KwangHee PoV ~
“chagi ~ aku capek sekali. Susah bergerak. Lepaskan jas ku dong. Kan kamu udah ganti baju.” Ujarku manja. Boleh dong manja sama istri sendiri ? “ YA ! gak gitu juga kali.” Min Ra berlalu. “ih kamu jahat” aku memonyongkan bibir ngambek. “baiklah aku lepaskan” Min Ra berlanaj menuju tempat tidur dimana aku terkapar (?) kelelahan. Saat dia mendekat, aku menarik tubuhnya. Dia jatuh diatasku. Mukanya bersemu merah lucu sekali. “YA !! OPPA !! KAMU MAU APA ? jangan macem macem deh !!” dia menggeretakku. “boleh dong ?! kan sudah sah” aku mengedip jail. “omo ~” dia hanya shock. “saranghaeyo ~” aku mendekap tubuhnya yang munggil dan akan menghabiskan sisa hidupku hanya bersamanya
- THE END -
~ kwanghee PoV ~
Aku terus berjalan tanpa arah dan tujuan. Berharap aku akan segera lelah dan cepat tidur. Tapi ternyata aku tidak bisa. Aku terus berkeliaran dimalam yang dingin. Aku merapatkan jaket ku. Pikiranku ngelantur kemana mana. Untuk berfikir jernih aja aku gak bisa, apalagi untuk meneruskan belajar ? “aku lelah” fikirku. Akupun berjalan menuju kedai kopi yang ada tak jauh dari tempatku. Aku memesan 1 frappucino dan duduk di ujung kedai. “Mazeltov himnaebwa. mazeltov, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday. friday, Saturday, Sunday. Friday, Saturday, Sunday” hapeku bergetar. “ah siwan” aku bergumam pelan. “yoboseo ? waeyo siwan ?” aku memasang suara sedatar datarnya. “YA! Gausah munafik gitu. Aku tau lo lagi frustasi kan sekarang ?” tanya siwan simpati. “ne. waeyo ? tau darimana ?” aku kaget. Kenapa dia bisa tau aku frustasi. “gak ada yang harus lo umpetin dari gue. Kamu dimana sekarang ? aku akan segera kesana.” Aku merasa beruntung karena mempunyai temen kayak dia. “aku ada di warung kopi disebelah pizza hut.” Aku memberi tau itu semua.
Aku menunggu siwan datang dan 10 kemudian dia muncul. “ceritakan apa yang terjadi. Secara lengkap kwanghee” siwan mendesakku. Aku menceritakannya panjang lebar dan aku melihat dia memancarkan aura emosi. “siwan, aku rasa aku akan meminta break dari dia. Untuk menenangkan pikiranku” aku menatap siwan lekat. “apa kamu begitu mencintainya hyung ?” mata siwan berubah menjadi serius. “ya tentu saja. Semua persiapan pernikahan telah aku laksanakan. Semua persetujuan telah aku dapatkan pula. Aku telah menunggu lama untuk acara pernikahan ini” aku menggerutu. Bagaimana mungkin aku tidak mencintai dia ? aku pun minggalkan siwan yang masih tak mengerti dan membayar bill.
~ Min Ra PoV ~
aku terus membolak balikan badanku dikasur. Aku masih belom bisa tidur. Entah kenapa aku terus memikirkan siapa orang itu. Apa itu kwanghee ? pikiranku terus berfikir. Tiba tiba handphone ku berdering “wae nal dugo neo byeonhaneun geoya. Tteonaneungeoni. wae nat tteugeowo jjillineun geoya. Mwolboneungeoni. gwaenhan mallo neo mworaneun geoya. Tteoboneungeoni. wae neon goerowo pihaneungeoya. Ibyeoringeoni.” Dengan malas aku mengangkat telpon itu. “yoboseyo ?” aku menyetel suaraku sedatar mungkin. “Min Ra ah ~ bisa kita bicara besok ?” nada suaranya agak kecewa. “ne. dimana ? jam berapa ?” aku nyerocos agar cepat selesai pembicaraan ini. “aku akan jemput kamu sepulang sekolah” aku berfikir sebentar. “baiklah. Annyeong” akupun menutup telpon itu dan aku sudah merasakan kantuk yang sudah mulai menyerang. Akupun tertidur.
- keesokan harinya –
~ Kwanghee PoV ~
Aku menunggu Min Ra tepat di gerbang sekolahnya. Aku melihat taec menatapku tajam. Aku tidak peduli dan menatapnya balik. Aku melihat Min Ra sudah mulai mendekat. “Min Ra ~ disini” aku melambaikan tanganku agar dia bisa melihatku. Dia hanya tersenyum dan sedikit berlari ke arahku. “waeyo ?” dia menatapku. Ah mata itu. Dia harus hanya melihatku seorang !! aku menatap matanya. “mari kita bicara” aku lalu membukakan pintu mobilku. “oppa gak kuliah hari ini ?” “anio. Aku libur sekarang” aku memacu mobilku dan berhenti di taman dekat kampusku. Aku menyanyi dan menari lagu My Girlnya Brian Joo. “oppa keren sekali” dia mengacungkan kedua jempolnya. Aku duduk disampingnya dan menatap matanya. “kenapa kemaren kamu berciuman dan berpelukan sama taec ? padahal, kamu hanya boleh mencintai aku seorang ? mengapa kamu lakukan itu semua padaku ? aku benar benar sakit hati. Tapi aku, aku terlalu mencintaimu dan tak akan pernah berubah. Walaupun kamu mencoba untuk membuatku mebenci kamu, gak akan pernah bisa aku membenci kamu. Walaupun kamu menghancurkan hatiku, semakin aku mencintai kamu. Jangan pernah kamu berpaling dariku. Beritahu aku, bagaimana caranya agar aku bisa menjadi pria yang pantas untukmu” aku menatap matanya. Dia mulai menangis. “jangan menangis” aku memeluknya.
~ Min Ra PoV ~
Aku tak bisa berkata apa apa. Meneteskan air mata yang semakin membanjiri wajahku. Aku merasa bersalah. “mianhaeyo ~ jeongmal” dalam pelukannya aku hanya bisa berkata maaf. Aku tak berani menatap matanya. “gwenchana. Kamu tau, aku hanya mencintai kamu seorang. Jangan pernah ya melakukan hal bodoh seperti ini lagi.” Aku mengangguk. Aku mencintai taec tapi aku lebih mencintai kwanghee. Aku memutuskan untuk menyudahi semua ini dengan taec. “oppa, tetaplah seperti ini. Oppa sudah melebihi dari apa yang aku harapkan” aku tersenyum masih tetap dipelukannya. “jangan menangis lagi ya” kwanghee mengangkat wajahku dan mencium keningku. “ne oppa” aku pun tersenyum. “apakah kamu bersedia menjadi istriku ?” kwanghee mulai serius. “tentu saja” aku tersenyum.
- BEBERAPA BULAN KEMUDIAN ( 08 – 09 - 10 ) –
~ Kwanghee PoV ~
Hari yang selama ini aku tunggu pun datang. Jujur, aku sangat gugup. Telah aku lalui semua persiapan. Ah aku benar benar gugup. “hyung !! mukamu pucat sekali” dongjoon adikku nyamber masuk kamarku. “ya ~ gimana bisa aku tidak gugup. Ini sekali seumur hidup pabo !!” aku menjitak pala dongjoon. “yakin kagak lo hyung ?” ujar dongjoon sok perhatian. “yakin lah pe’a ~ sana kamu keluar” aku mengusir dongjoon. Aku butuh ketenangan.
Dengan yakin aku melangkah ke mibar. Menunggu Min Ra yang sebentar lagi akan masuk di antar oleh ayahnya. Aku melihat semua yang aku undang hadir. Aku merasa bahagia. Tidak beberapa lama, Min Ra masuk. Dia cantik. Aku terkesima akan kecantikannya. “betapa anggunnya calon istriku” gumamku dalam hati. Semuanya berjalan lancar.
~ Min Ra PoV ~
“ah sungguh melelahkan” ujarku sambil merebahkan diri di sofa. “hey jangan bersantai santai dulu. Masih ada resepsi nanti malam” thady dan raeneul onni mengingatkan. “nde ~ aku ingat kok. Lebih baik sekarang aku bersiap siap. Udah jam 3 sore.” Aku bergegas mandi dan kembali berdandan. Aku meakai gaun panjang berwarna putih dengan aksen ungu dan pink soft. Rambutku di cepol keatas.
'tok tok tok’ ada seseorang yang mengetok pintu hotelku. “masuk” aku menyuruh Sooyoung untuk membukakan pintu. “Min Ra ah ~ apa kabar ? wah kamu cantik dengan gaun itu” Hyun Ri onni memelukku. “onni aku baik baik saja. Gimana kabar onni ? datang kesini sama siapa ?” ujarku. “aku kesini sama hyungshik. Dia tunanganku yang waktu itu. Masa kamu gak inget ?” dia memperkenalkan tunangannya. “hyungsihk imnida” hyungshik menyodorkan tangannya. Aku terkesima. Dia, tinggi putih ganteng dan pintar. “Min Ra imnida” aku menjabat tangannya. “dia itu sepupu aku chagi” onni Hyun Ri menjelaskan siapa aku. Aku hanya mengangguk mengiyakan. “ah kita keluar dulu. Nanti kita ngobrol lagi ya diluar” Hyun Ri memelukku sekali lagi. “ne aku siap siap dulu”
~ author PoV ~
Resepsi berjalan dengan meriah. Dengan nuansa ungu pink putih yang dinamis. Diiringi lagu yang merdu. Kwanghee dan Min Ra berjalan beriringan dengan muka bahagia. Semua terlihat sangat kontras. Para hadirin dan mempelai terlihat saling melengkapi. “mereka terlihat serasi” bisik Eunhye kepada Siwan. “yup. Kamu belom aku kenalkan kepada mereka berdua.” Ujar siwan sambil merangkul EunHye.
Kwanghee berjalan menemui siwan. “ya ~ mana janjimu yang mau mengenalkan cewek disampingmu itu” ujar kwanghee sambil melirik ke Eunhye. “ah bawel. Ini juga aku kenalin. Namanya Choi EunHye. Dia pacarku. Sebentar lagi kita akan tunangan. Doakan saja semua lancar. Chagi, ini Kwanghee dan itu istrinya Min Ra” ujar siwan menjelaskan. “EunHye imnida” sambil membungkuk sopan. “Kwanghee imnida” lenjulurkan tangan “Min Ra imnida” ujar Minra. “cantik sekali EunHye” ujar Min Ra memuji Eunhye. “gomawo eonnie” ujar Eunhye tersipu malu. “ah mian, aku harus menemui yang lain. Silahkan menikmati hidangannya” ujar Min Ra dan KwangHee barengan. “nde ~ cukhaeyo”
Setelah jam 9 malam, pestanya pun usai. Kini Kwanghee dan MinRa menjalani babak kehidupan yang baru. Taecyeon ? dia berpacaran dengan Yoona dan mereka sedang bahagia.
~ KwangHee PoV ~
“chagi ~ aku capek sekali. Susah bergerak. Lepaskan jas ku dong. Kan kamu udah ganti baju.” Ujarku manja. Boleh dong manja sama istri sendiri ? “ YA ! gak gitu juga kali.” Min Ra berlalu. “ih kamu jahat” aku memonyongkan bibir ngambek. “baiklah aku lepaskan” Min Ra berlanaj menuju tempat tidur dimana aku terkapar (?) kelelahan. Saat dia mendekat, aku menarik tubuhnya. Dia jatuh diatasku. Mukanya bersemu merah lucu sekali. “YA !! OPPA !! KAMU MAU APA ? jangan macem macem deh !!” dia menggeretakku. “boleh dong ?! kan sudah sah” aku mengedip jail. “omo ~” dia hanya shock. “saranghaeyo ~” aku mendekap tubuhnya yang munggil dan akan menghabiskan sisa hidupku hanya bersamanya
- THE END -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar